Cinta Halal

♥ Membangun Cinta yang sudah Halal♥
♥☆♥...(¯`*•.¸☆♥♥☆¸.•*´¯)...♥☆♥
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sahabat saudaraku fillah....
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
"...... Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu
tidak menyukai mereka ( maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak
menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. "
( QS. An-Nisa : 19 ).
Menurut Syeikh Rasyid Ridha dalam Tafsir
Al-Manar , ayat ini bererti ,” wajib bagi kalian kaum mukmin
mempergauli mereka dengan makruf yang lazim dan berkenan di hati mereka
serta tidak melanggar aturan syariat, tradisi dan kesopanan. Oleh karena
itu mempersempit jatah nafkah , menyakiti fisik dan perasaan pasangan
dengan perbuatan dan perkataan, sikap dingin dan masam, semua itu tidak
termasuk pergaulan yang makruf.Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka ,
karena suatu cacat pada fisik atau wataknya yang tidak termasuk
kategori dosa karena urusan itu di luar kekuasaannya, atau kurang
sempurna dalam melaksanakan kewajibannya dalam mengatur dan mengurusi
rumah tangga, karena tidak ada orang yang sempurna, atau ada
kecenderungan dalam hatimu pada selain pasanganmu, maka bersabarlah dan
jangan gegabah menjatuhkan keputusan dan vonis pada mereka dan jangan
tergesa – gesa menceraikan mereka, karena mungkin kamu tidak menyukai
sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”
Pada dasarnya rumah tangga didirikan atas dasar cinta dan kasih
sayang yang Allah tanamkan ke dalam hati pasangan suami istri. Cinta
dan kasih sayang yang tulus akan memotivasi untuk saling bekerjasama,
saling menghargai dan saling mementingkan pasangannya sehingga
masing-masing akan memberikan hak pasangannya dan tidak hanya menuntut
haknya sendiri.
Kalau cinta diibaratkan tanaman ia
membutuhkan siraman, pemupukan, perawatan dan penjagaan secara teratur.
Cinta yang sudah berlabuh dalam dermaga pernikahan pun bisa meredup
akibat perlakuan dari pasangan yang tidak baik. Sehingga merasa tidak
dicintai lagi, merasa hubungan menjadi hambar dan tidak ada timbal balik
cinta yang semestinya.
Lantas bagaimana cara membangun cinta yang sudah halal agar bersemi dan berkembang sepanjang waktu?
Menurut beberapa ahli ada resep agar cinta dengan pasangan tidak mudah meredup antara lain:
♥ Jadikan cinta Allah dan Rasul sebagai dasar membangun mahligai rumah
tangga. Dalam memilih pasangan utamakan yang beriman dan berakhlaq
mulia. Hal ini akan berpengaruh dalam menjalankan roda kehidupan rumah
tangga yang Islami sehingga menghidupkan amalan wajib dan sunnah
sesuai yang dicontohkan oleh Allah dan Rasul- Nya.
♥ Laksanakan kewajiban sebelum mendapatkan apa yang menjadi hak.
♥ Sesering mungkin kontak mata yang penuh kedamaian, keteduhan dan
ketenangan, senyuman yang tulus dan menunjukkan wajah yang berseri-seri
sebagai magnet cinta dengan pasangan.
♥ Sering mengingat
kebaikan dan berlapang dada atas kesalahan/ kekurangan, menghargai
kebaikan dan menyambut kebaikan pasangan dengan suka cita.
♥
Tidak terlalu mengedepankan kepentingan kita sendiri dan berusaha untuk
mengedepankan apa yang diinginkan oleh pasangan hidup sepanjang tidak
melanggar syariat Islam.
♥ Cinta ibarat rekening bank yang
memerlukan saldo minimum agar rekening tidak ditutup ( supaya tidak
terjadi permusuhan, perselingkuhan, perpecahan dan perceraian ).
Dengan demikian prinsip ini mengajarkan kepada kita agar sering
menyetor kebaikan dan tidak terlalu sering menuntut apa yang menjadi
keinginan kita yang melebihi kemampuan pasangan. Sikap kita yang kurang
baik terhadap pasangan janganlah dibiasakan karena itu akan semakin
mengurangi rasa cinta dan kasih sayang.
♥ Bersabar menghadapi sikap dan perlakuan pasangan yang mungkin tidak sesuai dengan harapan kita.
♥ Menunjukkan perhatian dan bersedia menjadi pendengar yang baik manakala pasangan mencurahkan isi hati.
♥ Berusaha mencintai dan menyukai apa yang dicintai dan disukai pasangan.
♥ Bersedia dengan rela berjuang dan menikmati perjalanan hidup bersama pasangan tanpa banyak berkeluh kesah.
♥ Menunjukkan perhatian atau kepedulian yang baik terhadap pasangan dan
menunjukkan kecemburuan yang wajar sebagai tanda dan bumbu cinta.
♥ Tidak melakukan perbuatan yang dilarang atau tidak disukai oleh pasangan.
♥ Rela berkorban dan berusaha saling memberikan kebaikan tanpa henti dalam segala keadaan sebagai pemikat cinta.
Cinta dalam perkawinan akan bertahan bukan hanya tergantung dari
eloknya rupa pasangan tapi tergantung dari baiknya akhlaq sehingga
memiliki kesadaran untuk saling memberi kebaikan tiada henti dalam
segala keadaan.
Demikianlah sahabat saudaraku fillah..semoga catatan ini bermanfaat.
♥☆♥...(¯`*•.¸☆♥♥☆¸.•*´¯)...♥☆♥
Tidak ada komentar:
Posting Komentar